Kehilangan Kursi Reguler, Yuki Tsunoda Tetap Optimis Hadapi Masa Depan
Yuki Tsunoda
Keputusan tersebut membuat Tsunoda harus menjalani peran sebagai test driver dan reserve driver Red Bull pada musim pertama era regulasi mesin baru Formula 1. Peran itu sekaligus menandai absennya Tsunoda dari balapan utama, sesuatu yang terakhir kali ia alami pada 2020 sebelum menjalani debutnya bersama AlphaTauri pada 2021.
Musim 2025 memang menjadi periode sulit bagi pebalap berusia 25 tahun tersebut. Ia hanya mampu mengumpulkan 33 poin dari 22 seri balapan, sebuah catatan yang membuat posisinya di Red Bull kian tertekan. Dalam beberapa bulan terakhir musim, peluang Tsunoda untuk bertahan di grid dinilai semakin kecil, terlebih dengan munculnya persaingan langsung bersama Liam Lawson untuk satu kursi di tim junior.
Pada akhirnya, Red Bull memilih mempertahankan Lawson di Racing Bulls untuk 2026, sementara Tsunoda harus menerima peran di balik layar. Meski demikian, keputusan tersebut tidak sepenuhnya menutup peluang Tsunoda kembali ke lintasan balap di masa depan, mengingat perannya sebagai pebalap cadangan tetap membuatnya dekat dengan pengembangan mobil dan dinamika tim utama.
Tsunoda mengakui rasa kecewa atas situasi yang terjadi, namun menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak memadamkan ambisinya. Ia menilai usia muda masih memberinya ruang besar untuk berkembang, baik secara teknis maupun mental sebagai pebalap profesional.
“Saya masih berusia 25 tahun, jadi masih banyak ruang untuk berkembang. Ini baru awal,” ujar Tsunoda kepada DAZN Jepang. Ia menambahkan bahwa fase ini bisa menjadi babak baru dalam kariernya, sekaligus kesempatan untuk melihat dunia Formula 1 dari sudut pandang yang berbeda.
Menurut Yuki Tsunoda, peran barunya memungkinkan ia mempelajari aspek yang sebelumnya tidak ia rasakan sebagai pebalap reguler. “Saya bisa belajar dari perspektif lain, memahami hal hal yang sebelumnya tidak terlihat, dan itu justru membuat saya antusias,” katanya.
Dengan regulasi mesin baru yang akan mengubah peta persaingan Formula 1, Tsunoda berharap pengalamannya di balik layar dapat menjadi bekal penting untuk kembali ke level tertinggi. “Motivasi saya untuk musim depan sangat besar,” tegasnya, menandakan tekad kuat untuk suatu hari kembali mengamankan kursi balap di Formula 1.
Artikel Tag: Red Bull, Yuki Tsunoda, F1 2026, F1 2025